Apa Itu Drafter Furniture? Tugas, Skill, dan Prospek Karier di Industri Mebel
Apa Itu Drafter Furniture?
Udah pernah dengar istilah drafter furniture belum?
Kalau belum, santai aja, gue jelasin pelan-pelan. Kalau udah tau, ya silakan lanjut, siapa tau nemu insight baru.
Drafter furniture adalah profesi yang tugas utamanya membuat gambar kerja, cutting list, dan BOM (Bill of Material) untuk kebutuhan produksi di pabrik atau home industry mebel.
Seorang drafter harus memastikan ukuran, material, dan konstruksi benar-benar detail dan bisa dipraktikkan oleh pekerja lapangan. Jadi bukan sekadar gambar bagus, tapi gambar yang bisa dieksekusi.
Di dunia nyata, drafter sering jadi penghubung antara klien, desainer, dan tim produksi. Dari ide sampai jadi barang nyata, drafter ada di tengah-tengah proses itu.
Perbedaan Desainer dan Drafter Furniture
Kalau kalian kira desainer dan drafter furniture itu sama, kalian salah besar.
Desainer furniture fokus ke:
- Estetika desain
- Bentuk yang menarik
- Tren pasar
- Konsep visual agar produk laku di pasaran
Sedangkan drafter furniture fokus ke:
- Menerjemahkan desain jadi gambar kerja detail
- Menyesuaikan dengan material nyata
- Konstruksi yang bisa dikerjakan tukang
- Efisiensi produksi
Sering kali, desain akan sedikit berubah saat masuk tahap gambar kerja. Bukan karena salah desain, tapi karena harus disesuaikan dengan:
- Bahan yang tersedia
- Mesin yang dipakai
- Metode produksi workshop
Di sinilah peran drafter jadi krusial.
Skill Dasar yang Harus Dimiliki Drafter Furniture
Kalau kalian mau jadi drafter furniture, ini skill dasar yang wajib dikuasai.
1. Menguasai Software Gambar
Minimal:
- AutoCAD 2D dan 3D
- Atau SketchUp, Fusion, SolidWorks (opsional)
AutoCAD masih jadi standar di banyak workshop, terutama untuk gambar kerja produksi.
2. Paham Konstruksi Permebelan
Ini bukan cuma soal gambar, tapi juga soal logika konstruksi.
Kalian harus paham:
- Karakteristik material:
Kayu jati, mahoni, MDF, HPL, multiplek, besi, stainless, aluminium, dll - Tebal material yang masuk akal
- Ukuran kaki, slat, rangka yang kuat tapi tetap efisien
- Finishing dan arah serat kayu
Kalau desain terlalu “over”, biaya bisa membengkak dan produk jadi tidak kompetitif di pasaran.
3. Paham Sambungan & Hardware
Misalnya:
- Sistem laminasi
- Jenis sambungan
- Posisi engsel, rel laci, handle
- Sistem bongkar pasang
Detail kecil di sini sangat menentukan kualitas produk akhir.
4. Menguasai Excel untuk Cutting List & BOM
Excel penting untuk:
- Membuat cutting list
- Draft list material
- Estimasi kebutuhan dan biaya
Ini yang bikin drafter beda dari sekadar tukang gambar.
Tugas Drafter Furniture
Di dunia furniture, drafter punya peran yang cukup luas, di antaranya:
- Membuat gambar kerja 2D dan 3D sesuai standar workshop
- Menyusun cutting list material (plywood, jati, MDF, HPL, kaca, dll)
- Menghitung costing: material, tenaga kerja, overhead
- Membuat detail konstruksi dan sistem sambungan
- Menyiapkan dokumen untuk CNC atau mesin produksi
- Komunikasi teknis dengan tukang, mandor, QC, dan klien
- Melakukan revisi cepat jika ada kendala di lapangan
Kalau kalian kira tugas drafter cuma gambar doang, itu salah besar.
Kalau mau survive di industri furniture, minimal harus menguasai poin-poin di atas.
Alur Kerja Drafter di Pabrik Mebel
Secara umum, workflow drafter di industri furniture seperti ini:
- Briefing Kebutuhan
Ukuran ruangan, fungsi, material, dan budget - Sketsa atau Modeling
Desain 3D atau layout dasar - Gambar Kerja
Potongan, tampak, exploded view, detail hardware - Cutting List
Daftar material sesuai mesin dan ketebalan - Costing
Estimasi harga dan margin profit - Produksi
Tukang atau CNC mulai eksekusi - QC & Revisi
Cek hasil dan koreksi jika diperlukan
Drafter biasanya terlibat dari awal sampai akhir proses.
Kesalahan Umum Drafter Pemula
Beberapa kesalahan yang sering gue temui di lapangan:
- Gambar kerja tidak sesuai standar produksi workshop
- Cutting list tidak match dengan mesin
(misal: CNC pakai ukuran 1220×2440 tapi cutting list asal) - Tidak paham arah serat dan finishing
Hasil jadi beda jauh dari konsep - Tidak komunikasi dengan tukang
Akhirnya revisi membengkak
Solusi cepat:
Biasakan validasi gambar dengan tukang dan mandor sebelum produksi dimulai.
Prospek Karier dan Gaji Drafter Furniture
Secara umum di Indonesia:
- Drafter in-house:
3 - 8 juta per bulan (tergantung kota dan skill) - Freelance drafter:
300 ribu - 3 juta per proyek (kecil sampai menengah) - Drafter + CNC:
Biasanya lebih tinggi karena skill teknisnya lengkap - Naik level:
Bisa jadi QC, Supervisor, atau Project Manager
Catatan: angka ini sangat tergantung kota, kompleksitas proyek, dan pengalaman.
FAQ Seputar Drafter Furniture
Q: Apa bedanya drafter furniture dan desainer interior?
A: Desainer fokus ke konsep dan estetika, drafter fokus ke teknis produksi dan detail eksekusi.
Q: Apakah drafter harus bisa CNC?
A: Tidak wajib, tapi paham workflow CNC sangat membantu di produksi modern.
Q: Lulusan apa yang cocok jadi drafter furniture?
A: SMK Teknik Furnitur, Desain Produk, DKV, Arsitektur, atau autodidak dengan portofolio kuat.
Q: Bisa kerja remote?
A: Bisa, asal workflow jelas dan komunikasi dengan workshop lancar.
Q: Perlu paham material?
A: Wajib. Tanpa paham material, konstruksi sangat berpotensi salah.
Ok, cukup sekian dulu postingan gue tentang Apa Itu Drafter Furniture.
Semoga bisa jadi gambaran buat kalian yang tertarik terjun ke industri mebel, baik sebagai drafter, desainer, atau pelaku usaha.