AutoCAD vs SketchUp untuk Drafter Furniture Pemula: Mana yang Sebaiknya Dipelajari Dulu?
Gue udah terjun di dunia furniture dan drafter sejak 2013. Dari workshop kecil sampai pabrik yang udah pakai CNC dan mesin otomatis, satu hal yang selalu konsisten: gambar kerja yang presisi itu segalanya.
Makanya di artikel ini gue mau sharing, buat lo yang masih pemula, mending belajar AutoCAD dulu atau SketchUp dulu sih sebenarnya?
Kalau kemarin gue bahas soal Apa Itu Drafter Furniture, sekarang kita lanjut ke alat tempurnya.
Kenapa Gue Rekomendasiin AutoCAD Dulu
Gue pribadi nyaranin lo mulai dari AutoCAD, meskipun memang:
- Lebih sulit
- Tampilannya gak semenarik SketchUp
- Learning curve-nya lebih curam
Tapi justru karena AutoCAD itu lengkap dan kompleks, dia bikin pondasi teknis lo kuat dari awal.
Kalau lo udah bisa AutoCAD, mau pindah ke SketchUp, Inventor, SolidWorks, Fusion, bahkan software CNC, itu bakal jauh lebih gampang. Karena:
- Cara berpikir teknis lo udah kebentuk
- Lo paham presisi
- Lo paham disiplin gambar kerja
Beda ceritanya kalau lo mulai dari yang “enak” dulu, tapi lompat ke teknis belakangan. Biasanya kaget.
SketchUp: Kenapa Banyak Dipilih Pemula
Gak bisa dipungkiri, SketchUp itu memang:
- Mudah dipelajari
- Tampilannya enak
- Cocok buat visualisasi
- Banyak plugin yang bikin kerja lebih cepat
Makanya wajar banget kalau pemula condong milih SketchUp, apalagi buat yang:
- Pengen cepat bisa gambar
- Mau buka jasa gambar cepat
- Fokus ke presentasi klien
Dan itu gak salah.
Tapi mindset “yang penting bisa gambar” justru bisa jadi boomerang ketika lo masuk ke dunia kerja serius.
Karena di industri furniture modern, yang dicari bukan cuma orang yang bisa bikin 3D cakep. Tapi yang bisa bikin:
- Gambar kerja presisi
- Konstruksi yang bisa direalisasikan
- Gambar yang bisa dibaca mesin dan tukang
Gambar Kerja Bukan Pajangan
Di pabrik, workshop, atau home industri, gambar kerja itu bukan pajangan.
Itu adalah instruksi produksi.
Kalau salah:
- Biaya naik
- Material kebuang
- Waktu molor
- Produksi bisa gagal
Produksi yang efisien itu sangat ditentukan oleh gambar kerja yang presisi dan disiplin.
Makanya software yang lo pakai dan cara lo menggambar itu penting banget.
Kenapa AutoCAD Lebih Dicari di Dunia Kerja
AutoCAD unggul di aspek teknis dan presisi.
Di dunia drafter furniture, detail itu segalanya:
- Detail ukuran & toleransi (biasanya di bawah 3mm)
- Detail material dan tebal komponen
- Detail potongan (section)
- Detail sambungan dan hardware
- Detail cutting list atau draftlist
- Detail layout panel untuk CNC
Hal-hal ini gak bisa dikira-kira atau dianggap “mirip aja cukup”.
Kalau salah 5mm aja:
- Pintu bisa gak nutup
- Laci nyangkut
- Finishing jadi gak rapi
Di pabrik furniture, kesalahan kecil bisa jadi kejadian besar.
Bahkan bisa berdampak ke gagal container dan perusahaan kena denda.
Kenapa SketchUp Aja Gak Cukup
SketchUp itu oke banget buat:
- Modeling 3D
- Presentasi
- Visualisasi klien
Tapi untuk:
- Gambar kerja teknis
- Toleransi ketat
- Kebutuhan real produksi
AutoCAD masih jadi andalan.
Bayangin tukang butuh mal skala 1:1 buat produksi komponen tak beraturan.
Kalau dicetak dari SketchUp, bisa aja:
- Ukurannya gak presisi
- Skala meleset
- Akurasi kurang stabil
Sedangkan di dunia mebel, toleransi standar itu di bawah 3mm. Artinya lo gak bisa main kira-kira.
Korelasi dengan Mesin Produksi Furniture
Sekarang banyak pabrik serius upgrade mesin, seperti:
- CNC Router
- Mesin potong digital
- Edge banding otomatis
- Laser cutting dan engraving
- Panel cutting mapping
- CNC 5 axis
Dan semua mesin itu butuh:
- Gambar 2D & 3D presisi
- File teknis yang disiplin
- Struktur data yang rapi
Kalau dasar teknis lo belum kuat, penyesuaiannya bakal lama. Salah-salah malah bikin produk gagal produksi.
Makanya AutoCAD sering dianggap sebagai bahasa teknik universal di industri furniture.
Kalau Lo Masih Pemula, Ini Saran dari Gue
Kalau lo masih pemula:
AutoCAD dulu buat fondasi teknis.
Begitu lo udah bisa AutoCAD, pindah ke:
- SketchUp
- Inventor
- SolidWorks
- Fusion
- Bahkan software CNC
Itu bakal lebih cepat nangkep flow-nya. Karena dasar presisi, akurasi, dan disiplin gambar lo udah kebentuk.
AutoCAD itu lengkap, kompleks, dan ngasih pondasi kuat soal:
- Presisi
- Akurasi
- Cara berpikir teknis
Kombinasi Ideal AutoCAD dan SketchUp
Biar makin mantap, ini alur kerja yang gue saranin:
1️⃣ Modeling atau konsep di SketchUp (opsional)
2️⃣ Breakdown teknis di AutoCAD
3️⃣ Cutting list di Excel
4️⃣ Eksekusi ke workshop
5️⃣ Komunikasi revisi dengan tukang dan mandor
Hasilnya?
Lo bukan cuma “drafter yang bisa gambar”,
tapi drafter yang beneran bantu produksi.
Dan itu yang dicari perusahaan.
Karena:
Gaji dan kesempatan itu ngikutin value.
Bukan cuma skill, tapi skill yang kepake di lapangan.