Raw Material & Golongan Material dalam Produksi Furniture: Panduan Lengkap untuk Drafter & Produsen
Material itu bukan cuma soal bahan. Dalam dunia furniture, cara kita mengelompokkan material itu ngaruh banget ke proses desain, gambar kerja, produksi, sampai perhitungan costing. Bahkan banyak kesalahan di lapangan bukan karena desainnya jelek, tapi karena klasifikasi materialnya kurang rapi.
Kalau kemarin gue sempat bahas soal AutoCAD atau SketchUp sebagai pilihan aplikasi gambar buat drafter pemula, sekarang gue mau bahas sesuatu yang lebih fundamental: golongan material dalam industri furniture.
Biar kalian makin enak belajarnya, dan gak salah pilih material buat desain kalian.
Penggolongan ini udah lumrah dipakai di dunia furniture, entah itu di pabrik besar, home industri, ataupun workshop kecil.
Langsung aja kita bahas satu-satu.
1. Raw Material
Raw material adalah bahan utama pembentuk struktur barang mebel.
Material ini paling menentukan bentuk, kekuatan, dan value sebuah produk.
Kenapa raw material bisa nentuin value?
Contohnya begini:
Kalau desain awal pakai kayu jati, tapi harga yang kalian tawarkan gak masuk, maka bisa diganti dengan kayu mahoni yang lebih murah.
Atau buyer minta kursi stainless SS304, tapi karena budget terbatas, kalian bisa tawarkan opsi SS201.
Di sinilah fleksibilitas desain dan costing main.
Contoh Raw Material Furniture
- Kayu solid: jati, mahoni, oak
- Kayu olahan: plywood, MDF, blockboard
- Logam: besi, stainless steel, aluminium
- Rotan alami
- Rotan sintetis
- Kaca: tempered, laminated
- Batu alam: marmer, granit, lava stone
Raw material ini jadi komponen paling besar dan paling berpengaruh di costing.
Makanya di PO (Purchase Order) biasanya selalu ditulis spesifikasinya dengan jelas, biar gak terjadi salah persepsi dan miskom dengan pembeli.
2. Sub Material
Sub material adalah material pendukung raw material, yang fungsinya memperkuat dan menyatukan struktur furniture.
Biasanya gak terlalu kelihatan, tapi perannya krusial buat kekuatan produk.
Contoh Sub Material
- Dowel kayu
- Sekrup, baut, mur
- Bracket besi atau corner block
- Webbing elastis
- Per zig-zag atau coil spring
Kalau salah pilih sub material, furniture bisa kurang kuat atau goyang, meskipun pakai kayu jati terbaik sekalipun.
3. Upholstery Material
Material upholstery ini juga krusial, karena langsung bersentuhan dengan pengguna dan menentukan kenyamanan.
Biasanya dipakai di kursi dan sofa.
Contoh Upholstery Material
- Kain: polyester, linen, regency
- Kulit asli
- Kulit sintetis
- Foam berbagai density
- Dacron atau batting
Material upholstery mencerminkan:
- Kenyamanan
- Kelas produk
- Target market
Salah pilih upholstery bisa bikin produk terlihat bagus tapi gak nyaman dipakai.
4. Finishing Material
Finishing bukan sekadar pemberian warna.
Finishing juga berfungsi sebagai perlindungan permukaan furniture.
Dengan finishing yang tepat, furniture bisa:
- Lebih awet
- Lebih tahan lama
- Lebih stabil secara visual
Tapi jangan sampai salah menentukan finishing.
Misalnya finishing indoor dipakai untuk outdoor, hasilnya belum 3 bulan udah kusam dan luntur.
Kalau finishing luntur:
- Kayu cepat lapuk
- Metal cepat karatan atau korosi
Contoh Finishing Material
- Wood stain
- Melamine
- NC, PU, lacquer
- Water-based coating
- Powder coating untuk logam
- Oil finish atau wax
5. Hardware & Accessories
Hardware dan aksesoris bikin furniture jadi lebih fungsional dan bernilai.
Furniture bisa terlihat:
- Modern kalau pakai hardware kekinian
- Klasik dan mewah kalau pakai hardware kuningan
Walau kecil, hardware ini sangat melengkapi sebuah furniture.
Contoh Hardware
- Engsel: standar, soft close
- Rel laci
- Handle dan knob
- Kaki adjustable
- Roda caster
- Magnet pintu
6. Consumable Material (Bahan Habis Pakai Produksi)
Consumable adalah material sekali pakai yang langsung habis, dan tidak melekat di furniture, tapi dibutuhkan dalam proses produksi.
Contoh Consumable
- Lem kayu
- Lem kontak
- Amplas
- Thinner
- Masking tape
- Paku tembak
Material ini sering dianggap sepele, tapi tanpa consumable, produksi gak bisa jalan dengan lancar.
7. Packaging & Protection Material
Material ini digunakan untuk membungkus dan melindungi furniture selama pengiriman.
Tujuannya supaya barang sampai ke customer tanpa lecet atau rusak.
Contoh Packaging Material
- Bubble wrap
- Foam sheet
- Kardus corrugated
- Stretch film
- Peti kayu (untuk ekspor)
- Silica gel
8. Optional atau Special Material
Ini adalah material tambahan untuk kebutuhan desain khusus.
Biasanya request dari buyer supaya produknya terlihat beda dan lebih premium dari kompetitor.
Contoh Special Material
- Tali outdoor (rope)
- Kuningan atau brass
- Veneer khusus
- Batu custom top
- Outdoor fabric UV resistant
Kenapa Klasifikasi Material Itu Penting?
Dengan klasifikasi material yang jelas, kalian bisa:
- Lebih rapi di gambar kerja
- Lebih akurat di costing dan RAB
- Lebih gampang komunikasi ke workshop
- Lebih profesional di mata klien dan buyer
Buat gue pribadi, klasifikasi material adalah pondasi kerja furniture yang serius.
Penutup
Kalau kalian bergerak di desain furniture, produksi, atau bisnis custom furniture, memahami golongan material ini bukan opsional, tapi wajib.
Dari raw material sampai packaging, semuanya saling nyambung dan menentukan kualitas kerja kalian di industri.
Ok cukup sekian dulu, semoga artikel gue bermanfaat buat kalian.
Kalau ada salah kata mohon dimaafkan, sekian dan wassalam.